| Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,
Wahai hamba Allah, meskipun krisis tak berkesudahan menerpa
negeri ini, teruslah berjuang dan berusaha untuk tetap tidak menggoyahkan Iman
kita kepada Allah SWT. Janganlah terpedaya dengan kilaunya dunia yang gemerlap
yang akan melalaikan dan menenggelamkan kita, karena semuanya ada batasnya.
Sebagaimana Allah berfirman dalam Al Qur’an : “Dan takutlah
kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang ber-Iman. (QS. Ali Imran: 175).
Wahai hamba Allah
tunduklah kepada-Nya untuk mengharap ridho-Nya. Jagalah sesuatu dari yang
diberikan dan yang menyebabkan siksa. Taat kepada Allah SWT adalah melaksanakan
segala perintah dan menghentikan segala yang di larang, serta bersabar atas
semua ketentuan-Nya. Bertobatlah!, menangislah di hadapan-Nya, rendahkanlah
dirimu dengan derai air mata sepenuh hati.
Takut kepada Allah SWT.
adalah sikap mental yang mendorong orang bersikap Zuhud, sebab dengan timbulnya
sifat ini manusia akan merasa bahwa segala gerak-geriknya itu senantiasa dalam
pengawasan-Nya. Bahwa takut kepada Allah itu bukan kepada siksa-siksa-Nya,
melainkan karena Allah selalu mengawasi segala perbuatan baik dan buruk orang,
sehingga orang tidak berani melakukan kemaksiatan, lalu tunduk dan patuh terhadap
syariat-Nya.
Wahai hamba yang kami
muliakan, Ilmu pengetahuan yang membawa manusia bersikap takut kepada Allah
SWT. adalah ilmu yang mendalam tentang Allah, Asma dan Sifat-sifat-Nya yang
menjadi kewajiban untuk mengimaninya. Dengan mengenal Allah dan
sifat-sifat-Nya, maka manusia akan mengenal dirinya sendiri, dengan demikian
Allah sebagai Tuhanya dan manusia sebagai mahluk-Nya.
Wahai hamba Allah,
orang yang takut kepada Allah sebagai Tuhan-Nya nampak selalu berdzikir
kepada- Nya, dan tidak banyak berbicara yang tak berguna, dan orang yang takut
kepada Allah akan memperoleh kedudukan yang terhormat di sisi-Nya pada hari Qiamat
nanti.
Sebagaimana firman Allah Subhana Whu Ta’ala dalam al_Qur’an:
“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhanya ada
dua surga”. (QS. Ar-Rohman: 46).
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhanya
dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah
tempat tinggalnya,” (QS. An-Naziat: 40 – 41)
Wahai hamba Allah ,
orang yang sempurna dalam kemanusiannya adalah orang yang berusaha dan beramal
bukan untuk apapun kecuali hanya untuk Allah SWT semata. Janganlah kamu butakan
mata hatimu, dan keruhkan perasaanmu dalam setiap tujuanmu hanya untuk urusan
dunia, untuk anak-anak dan isterimu, menumpuk-numpuk harta dengan berbuat dusta
dan munafik, padahal semua itu Cuma bayangan semu dan tidak terfikirkan
akibatnya anak dan isterimu, sementara engkau diminta pertanggung jawabannya
Wahai hamba Allah,
sesungguhnya kamu tidak akan menganiaya orang jika hatimu suci, dan orang yang
berakal, terpuji dan benar itu berbudi luhur. Mereka tidak mau makan dan minum
sendirian, dan lupa kepada yang lain. Selain itu, orang yang beriman selalu
mengajak manusia untuk taat kepada Allah SWT dan selalu memberi kabar tentang
sesuatu yang akan terjadi di akherat nanti. Karena penduduk Surga baik di dunia
maupun di akherat selalu saling berkunjung dengan kedamaian dan ke imanan. Sementara
penduduk Neraka baik di dunia maupun di akherat kelak mereka saling bertengkar
dan bermusuhan.
Siapa baik
pandanganya, niscaya mampu menembus hati manusia dengan pandangan mata
kepalanya, Sedang mata hatinya mampu menembus perbuatan Allah atas manusia.
Semoga tulisan ini
dapat bermanfaat dan menjadi bahan renungan bagi orang-orang yang mengharap
ke hidupan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akherat. Dan apabila ada
kata atau tulisan yang kurang berkenan di hati para pembaca, penulis mohon di
maafkan baik lahir maupun bathin.
Wabillahi taufik wal hidayah Wassalamu’alaikum warohmatullahi
Wabarokatuh. ... << Kembali
|